GLM, Tingkatkan Mutu Guru Ma’arif di Lasem - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 07 November 2020

GLM, Tingkatkan Mutu Guru Ma’arif di Lasem

 

GLM untuk meningkatkan mutu guru Ma'arif. 
Alhimna.com - Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, LP Ma’arif PCNU Lasem Kabupaten Rembang mengundang Tim Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) GLM, Sabtu (7/11/2020).


Kegiatan ini terlaksana di MA NU Lasem, yang dihadiri pemateri Koordinator GLM LP Ma’arif PWNU Jateng Hamidulloh Ibda yang menyampaikan materi Kuliah Literasi dan Jurnalistik, dan Teknik Penulisan dan Pengiriman Berita. Sedangkan pemateri kedua, konten kreator dan Youtuber Miftakhul Khoiri menyampaikan materi Kuliah Desain Grafis dan Videografi. Pemateri ketiga cerpenis dan editor cerpen Maarifnujateng.or.id dan Becik.id Eko Sam yang menyampaikan kuliah sastra.


Dalam sambutannya, Kepala LP Ma'arif Lasem, Moch. Nur Hasan mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut didukung untuk peningkatan mutu guru-guru Ma'arif di Lasem.


"Kami akan memberikan support kepada semua pihak termasuk kepada guru utamanya dalam menghadapi perkembangan medsos yang begitu besar. Jadi kita tidak hanya menerima informasi namun juga memproduksi informasi yang baik lewat diklat GLM ini," ujarnya.


Saya teringat dawuh kiai, lanjutnya, ilmu itu dua sisi seperti dua keping mata uang. "Hurufnya ain, lam, dan mim. Intinya ilmu itu harus diamalkan," bebernya.


Di LP Ma'arif NU ini, kata dia, saya punya mimpi LP Ma'arif Cabang Lasem ini maju, entah satu langkah, dua langkah, dan sekarang ini sudah langkah ke berapa. "Saya ingin LP Ma'arif Cabang Lasem melebar dari SMP, SMK, MA NU Lasem. Salah satunya jalan adalah melangkah melalui Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) pada kesempatan ini," katanya.


Sementara itu, Koordinator GLM Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa "Sesuai buku Modul dan Panduan Teknis Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) yang sudah kami susun, GLM adalah sebuah gerakan, atau usaha sadar yang terstruktur, sistematis, terencana dalam meningkatkan kualitas literasi di dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran di sekolah dan madrasah LP Ma'arif. Mulai dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK yang dikuatkan melalui karakter yang berprinsip dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan karakter-karakter Aswaja Annahdliyah," katanya.


Menurut penulis buku Guru Dilarang Mengajar tersebut, tujuan umum GLM adalah menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah/madrasah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan prinsip Aswaja Annahdliyah dari aspek fikrah, aqifah, amaliyah, dan harakah.


Dikatakan dia, bahwa tujuan khusus dalam GLM ada beberapa poin. 


Pertama, menumbuhkembangkan budaya literasi semua sekolah/madrasah di naungan Ma’arif NU se Jateng. Kedua, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah/madrasah Ma’arif NU agar literat. Ketiga, menjadikan sekolah/madrasah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan. Keempat, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi literasi.


'Fokus kegiatan ini, pada materi pertama pada literasi dan media massa, teknik penulisan berita dan artikel populer," ujar dosen STAINU Temanggung tersebut.


Sedangkan yang kedua, lanjutnya, adalah penjelasan tentang kuliah desain grafis dan videografi. “Ini bagian dari implementasi program Gerakan Literasi Ma’arif yang menyasar sampai ke sekolah dan madrasah, baik praktik sinergi maupun praktik mandiri seperti ini,” kata dia.


Sesuai rencana, selain mengenalkan secara teoretis, pelatihan ini akan berorientasi pada produk yang menyasar pada siswa dan guru utamanya madrasah dan sekolah Ma’arif di Lasem, Rembang. “Bisa nanti berupa berita, video, meme, maupun karya sastra sesuai materi yang disampaikan materi,” tutup dia. (mk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here