Kemuliaan Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 22 Agustus 2020

Kemuliaan Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan

Ilustrasi : kompasiana.com
Oleh : Abdullah Matin As-Syatiri, Mahasiswa Imam Shafie College, Mukalla - Yaman

Alhimna.com - Seiring dengan berputarnya bumi. Waktu, hari, tanggal dan tahun pun berlalu dengan begitu cepat, beberapa waktu silam, kita telah melewati momen-momen yang luar biasa, di dalamnya berisi karunia-karunia ilahi bagi sesiapa yang menggapainya semata-mata karena Allah SWT.

Contohnya seperti bulan Zulhijjah, yang di dalamnya terdapat waktu, serta hari yang penuh dengan karunia-karunia yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-Nya, semisal hari tarwiyah, arafah, dan diakhiri dengan hari Raya Idul Adha. 

Tak terasa, kita pun telah kembali memasuki tahun baru dalam kalender Islam, yaitu bulan Muharram. Bulan Muharram adalah bulan yang agung, karunia / kemuliaan di dalamnya berlimpah-limpah, dan bulan ini merupakan bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan, diiringi dengan Rajab, Zulhijjah, Zulqa'dah dan Sya'ban, dan bulan Muharram adalah bulan yang paling utama dari bulan-bulan haram tersebut. 

Dan tidak lupa, tentunya terdapat amalan-amalan yang dianjurkan untuk di baca dan dikerjakan pada bulan Muharram, apa saja itu? mari kita lihat, di antaranya berpuasa, berzikir, membaca do'a akhir dan awal tahun, dan amalan-amalan yang di kerjakan pada hari Asyura' (10 Muharram).

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah, diriwayatkan dari Hafsah Radiyallahu 'anha, Nabi Muhammad SAW bersabda : 

من صام آخر يوم من ذي الحجة وأول يوم من المحرم جعله الله تعالى له كفارة خمسين سنة. وصوم يوم من المحرم بصوم ثلاثين يوما.

Artinya : Barang siapa yang berpuasa di akhir bulan Zulhijjah dan di awal bulan Muharram, maka Allah SWT menjadikan hal tersebut pengampunan baginya selama 50 tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharram, setara dengan puasa 30 hari di bulan lainnya.

Berkata Al-Imam Al-Ghazali didalam kitabnya "Ihya' Ulumuddin" , Nabi Muhammad SAW bersabda : 

من صام ثلاثة أيام من شهر حرام : الخميس والجمعة والسبت كتب الله تعالى له عبادة سبعمائة عام.

Artinya : Barang siapa yang berpuasa 3 hari di bulan haram : hari kamis, jum'at dan sabtu, maka Allah SWT memberikan kepadanya ganjaran pahala seperti ibadah 700 tahun. 

Berkata Al-Alamah As-Syekh Hasan Al-'idwiy Al-Hamzawiy dalam kitabanya "Nafahat An-Nabawiyah Fi Fadoil Al-'Asyuriah" : telah menyebutkan Syekh Abu yasr Al-Kotton, murid dari Syekh Karimuddin Al-Khalwatiy, dari Syekh damardasy Al-Kabir Rahimahumullah : 

من قرأ آية الكرسي في أول يوم من المحرم ثلاثمائة وستين مرة يبسمل في أول كل مرة, وعند الفراغ من جميع ذلك يقول : "اللهم يا محول الأحوال حوّل حالي إلى أحسن الأحوال, بحولك وقوتك يا عزيز متعال, وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم", فإنه يوقى ما يكرهه في جميع العام.

Artinya : Barang siapa yang membaca Ayat Kursi hari pertama bulan Muharram sebanyak 360x, dan di mulai dengan membaca bismillah di setiap bacaannya, setelah membaca Ayat Kursi sebanyak jumlah tersebut, dilanjutkan dengan Do'a "Allahumma Yaa Muhawwilal ahwal, hawwil haaliy, ila ahsanil ahwaal, bihaulika wa quwwatika yaa aziz muta'al, wa Shollallahu 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallam". Niscaya ia akan terjaga dari segala hal tidak ia senangi di sepanjang tahunnya.

Kemudian Do'a awal tahun, yang dibaca ketika terbenamnya matahari / memasuki waktu maghrib, malam 1 Muharram. Adalah sebagai berikut : 

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمدلله رب العالمين, 
اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تملأ خزائن الله نورا, وتكون لنا وللمؤمنين فرجا وفرحا وسرورا, وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا.
اللهم أنت الأبدي القديم الأول, وعلى فضلك العظيم وكريم جودك العميم المعول, وهذا عام جديد قد أقبل, أسألك العصمة فيه من الشيطان وأوليائه, والعون على هذه النفس الأمارة بالسوء, والإشتغال بما يقربني إليك زلفى, يا ذا الجلال والإكرام, وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم. يقرؤه "ثلاثا" فإن الشيطان يقول : استأمن على نفسه, وتوكل به ملكان يحرسانه من الشيطان وأتباعه. انتهىٰ.

Dibaca sebanyak 3x, dan syaitan akan mengatakan bagi yang membacanya : ia telah meminta pengamanan atas dirinya serta berserah diri, dan kedua Malaikat akan menjaganya dari godaan syaitan dan pengikutnya.

Saat ini kita beranjak menuju amalan-amalan yang dianjurkan untuk dibaca dan dilakukan ketika hari Asyura' (10 Muharram), di antaranya adalah menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, seperti membaca Al-Qur'an atau mendengarkannya, berdo'a, berzikir dan lain sebagainya. Dan perkara ini menjadi salah satu hal paling utama yang dianjurkan dalam syari'at, yang didalamnya meliputi karunia-karunia ilahi. 

Sebagian ulama mengatakan, ada 10 perkara yang dianjurkan pada saat hari Asyura', adapula yang mengatakan 12, yaitu : sholat, berpuasa, silaturrahmi, bersedekah, mandi dan memakai celak (sipat mata), mengunjungi orang yang berilmu dan menjenguk orang yang sakit, mengusap kepala anak yatim dan meluaskan dalam berbagi dengan keluarga, memotong kuku, dan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 1000x. Sebagian ulama telah membuat nazom terkait hal ini. 

في يوم عاشوراء عشر تتصل 
            بها اثنتان ولها فضل نقل 
صم صلِّ صلْ زر عالما واكتحل 
    رأس اليتيم امسح تصدق واغتسل
وسع على العيال قلم ظفرا 
      وسورة الإخلاص قل ألفا تصل 

Dan Al-Alamah Ad-Dairaby telah menyebutkan di dalam kitab-kitab faidahnya, dan Sayyidiy Muhammad Al-Amir As-Shogir dalam tulisannya tentang keutamaan-keutamaan hari Asyura', dikutip dari Al-Alamah Al-Ajhuziy : 

أن من قال يوم عاشوراء "حسبنا الله ونعم الوكيل, نعم المولى ونعم النصير" (سبعين مرة), كفاه الله تعالى شر ذلك العام.

Artinya : Barang siapa yang membaca pada saat hari Asyura' "Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mannasir" (70X), niscaya Allah SWT menjaganya dari kejahatan / keburukan di tahun tersebut.

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqolaniy mengatakan dalam kitabnya Fathul Baari Syarh Shohih Bukhari, ada beberapa kalimat, sesiapa yang membacanya di hari Asyura', maka hatinya tidak mati. 

(سبحان الله) ملء الميزان ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا وزنة العرش, (الحمدلله) ملء الميزان ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا وزنة العرش, (والله أكبر) ملء الميزان ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا وزنة العرش, لا ملجأ ولا منجا من الله إلا إليه, (سبحان الله) عدد الشفع والوتر, وعدد كلمات الله التامات كلها, (والحمدلله) عدد الشفع والوتر, وعدد كلمات الله التامات كلها, (والله أكبر) عدد الشفع والوتر, وعدد كلمات الله التامات كلها--أسألك السلامة برحمتك يا أرحم الراحمين, ولا حولا قوة إلا بالله العلي العظيم, وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين, والحمدلله رب العالمين. 

Dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 pada bulan Muharram, dalam arti untuk tidak menyerupai kaum yahudi dan nasrani, dan bertindak dengan hati-hati, sebagaimana yang di sabdakan : 
"لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع فمات قبل ذلك"

Artinya : Jika aku masih hidup pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari ke 9, akan tetapi Rasulullah SAW wafat sebelum tanggal tersebut.

Dari kalimat Hadist diatas, nampak bahwasanya Rasul SAW berpuasa pada hari Asyura' dan berniat untuk berpuasa tanggal 9 dan wafat sebelum tanggal tersebut, kemudian dari apa yang di niatkan Rasulullah SAW dari berpuasa pada tanggal 9, dengan arti bahwa Rasulullah SAW tidak memerintahkan untuk berpuasa satu hari saja, tetapi mengabungkan dengan tanggal 10, dalam arti bertindak dengan hati-hati atau membedakan dengan yahudi dan nasrani, dan pendapat ini yang mendominasi dari sekian banyak pendapat. 

Dan riwayat lain mengatakan dari Ibnu 'Abbas "Marfu'an" 
صوموا يوم عاشوراء, وخالفوا اليهود, صوموا يوما قبله أو يوما بعده

Artinya : Berpuasalah pada hari Asyura', bedakan dengan orang-orang yahudi, berpuasalah 1 hari sebelumnya atau satu hari setelahnya.

Di dalam Hadist lain di sabdakan :
وعن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صام يوم عاشوراء, وأمر بصيامه. متفق عليه. الحديث رواه البخاري في كتاب الصيام (باب صيام عاشوراء) ٤, ٢١٤-٢١٥.

Artinya : Dari Ibnu 'Abbas radiyAllahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura', dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Muttafaq 'alaih. (HR. Bukhari didalam kitab as-siyam, pembahasan puasa Asyura', juz 4, hal 214-215). 

Allahu a'alam bissowab.
Semoga bermanfaat.

Referensi : 
- Fathul Baari Syarh Shahih Al-Bukhari
- Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadh As-Sholihin
- Kitab Kanzun An-Najah Wa As-Surur. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here