TPQ-Madin Nur Iman Widoro Studi Banding ke Ngadikusuman Wonosobo - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 22 Januari 2020

TPQ-Madin Nur Iman Widoro Studi Banding ke Ngadikusuman Wonosobo

Studi banding TPQ Nur Iman Widoro ke Wonosobo. (Fuat Riyadi)
Alhimna.com -  Nuansa religius dan islami sangat kental dirasakan ketika memasuki sebuah desa di kaki Gunung Sindoro bernama Ngadikusuman Wonosobo Jawa Tengah. Hampir setiap malam selalu ada aktivitas keislaman ala ahlus sunnah wal jamaah, tradisi khas warga nahdliyin. Mulai dari aktivitas anak-anak, remaja hingga dewasa. Desa yang dipimpin oleh kepala desa bernama Safuan Haryanto ini, memiliki lima dusun yaitu Kabutuh, Semampir, Ngadireso, Capar dan Kusuma Baru.

TPQ Miftakhu Ulumudin dan Madin Darussalam merupakan, tempat pendidikan dan pengajaran Al Quran serta ilmu-ilmu agama Islam lainnya, yang terletak di dusun Kabutuh. Lembaga pendidikan yang diasuh oleh dua orang kiai alumni pesantren Tegalrejo dan Maron ini memiliki santri sekitar 200, dan tenaga pengajar sejumlah 20 ustad. 

Madin Darussalam terletak di sebelah selatan masjid dusun Kabutuh dekat dengan rumah KH. Syamsudin (Kiai Sepuh). Sedangkan TPQ Miftakhul Ulum terletak di dekat kantor desa Ngadikusuman, dekat dengan rumah KH. Akhmad Suyuti (Rois Syuriah MWC NU Kertek yang sekaligus pengasuh TPQ dan Madin tersebut).

Suatu kehormatan yang luar biasa bagi TPQ dan Madin di Kabutuh tersebut, karena pada hari Ahad (19/1/2020) kedatangan tamu yang berasal dari Yogyakarta yang bertujuan untuk Study Banding. Sejumlah tujuh belas tamu (ustad dan ustadzah) TPQ dan Madin Nur Iman Widoro, Bantul Yogyakarta berkunjung untuk melihat lebih dekat tentang pendidikan di TPQ dan Madin Kabutuh tersebut.

Para tamu asatid dari Yogyakarta yang tiba sekitar pukul 13.00  siang itu, setelah beramah tamah dengan pihak TPQ dan Madin Kabutuh dilanjutkan dengan melihat secara langsung proses pembelajaran serta tanya jawab tentang administrasi dan pengelolaan lembaga tersebut. 

Pembelajaran di TPQ yang santrinya berusia sekitar 7-12 tahun ini memiliki (4) empat jenjang kelas dengan 5 rombel tiap jenjangnya. Pembelajaran dimulai pukul 13.30 - 16.30, dibagi dalam dua shift waktu belajar. Sedangkan pembelajaran di Madin dilaksanakan setelah magrib ( 18.30-20.00) dengan jeda waktu untuk sholat isya pukul 19.15 -19.30. Kunjungan dari TPQ Madin Bantul Yogyakarta ke Kabutuh Ngadikusuman tersebut akhirnya selesai pada pukul 20.00 ditutup dengan doa dan penyerahan cindera mata. (fr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here