Habib Noh Singapura, Cahaya Auliya Allah di Tengah Gemerlap Megapolitan - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 31 Desember 2019

Habib Noh Singapura, Cahaya Auliya Allah di Tengah Gemerlap Megapolitan

Makam Habib Noh di Singapura. (Foto: Yunan Athoillah)
Oleh : Yunan Athoillah

Saat menyebut Singapura ingatan kita langsung tertuju pada gemerlap modernitas kota, destinasi wisata belanja dunia, ikon singa marlion park, kasino, marina bay dan sederet pusat kesenangan duniawi lainya. Namun tahukah kita? Bahwa Singapura juga menyimpan destinasi ziarah religius dengan cita rasa spiritual sejarah yang gagah bersanding dengan degub gemerlap jantung kota megah modern ini.

Hanya berjarak 1 km saja dari icon Patung Marlion Singapura mana kala kita bergeser dengan MRT dari Rafles Place ke Tanjong pagar, tepat di atas bukit kecil Palmer road Singapore dengan di kelilingi gedung-gedung tinggi pencakar langit kota yang angkuh menancap, di semayamkan seorang ulama salih yang masyhur sebagai satu di antara tujuh waliyullah tanah Melayu yaitu Almagfurlah Habib Noh Bin Muhammad Al Habsyi.

Habib Noh berasal dari Kedah Malaysia. Dari beberapa sumber menceritakan bahwa Habib Noh sampai ke Singapura tidak lama setelah Sir Stamford Raffles mendarat di pulau itu. Usianya pada waktu itu sekitar 30 tahun. Walaupun beliau menghabiskan banyak usianya di Singapura dan meninggal dunia di sana, akan tetapi perjalanan dakwah beliau juga banyak di Johor Bahru dan negeri-negeri lain di Malaysia
Masyarakat melayu Singapura mengenang Habib Noh sebagai pribadi yang amat wara'. Malam hari beliau gunakan shalat hingga terbit fajar, sosok yang rajin menziarahi makam-makam untuk selalu mendoakan roh-roh yang telah meninggalkan jasad. Sosok yang dermawan penuh kasih kepada anak anak dan fakir miskin, beliau memborong berbagai makanan di satu kedai jika disinggahi untuk mengembirakan anak-anak sekitar. Dan bagi pemilik kedai hal ini merupakan keberkahan.

Habib Noh masyhur pula dianugerahi berbagai karamah selama hidupnya. Beliau pernah dipenjarakan oleh penjajah, tapi anehnya Habib Noh tetap terlihat di berbagai tempat di luar penjara, walaupun di dalam penjara kaki dan tangannya dirantai, sehingga penjajah tidak bisa lagi untuk memenjarakan beliau.

Habib Noh juga terkenal sebagai tabib yang hebat, banyak sekali cerita yang menunjukkan karamahnya di saat mengobati anak-anak. Beliau juga tidak segan-segan berjalan jauh tuk mengobati. Pernah diceritakan bahwa beliau pernah mengubah air kelapa menjadi air susu dan diberikan kepada anak dari seorang keluarga miskin yang sedang sakit yang kepingin minum susu.

Diceritakan lagi bahwa pada satu ketika ada seorang saudagar yang sedang dalam pelayaran ke Singapura. Saat kapalnya telah dipukul badai yang kecang, dalam cemas saudagar itu berdoa dan bernazar jika sekiranya dia selamat sampai ke Singapore akan menghadiahkan kain kepada Habib Noh dan Alhamdulillah, dia dan barang dagangannya diselamatkan Allah. Setibanya di Singapura, dia sangat heran sebab Habib Noh telah menunggu kedatangannya di pelabuhan dan memintanya memenuhi nazar yang telah dibuatnya di tengah laut itu.

Dalam satu peristiwa lain, ketika sebuah kapal hendak berlayar, muncul Habib Noh di perlabuhan. Habib Noh menahan barang-barang yang berharga yang dibawa bersama dalam pelayaran itu. Orang-orang tidak senang dengan sikap beliau itu tetapi beliau tetap bertegas; beberapa hari kemudian, penduduk Singapura mendapat berita bahwa kapal tersebut telah terbakar dan tenggelam di tengah lautan. Barulah orang-orang yang mempunyai barang-barang tersebut sadar hikmah di sebalik larangan Habib Noh itu.

Habib Noh al-Habsyi wafat pada hari Jum'at, 14 Rabi`ul Awwal 1283H. Sebelum meninggal, beliau telah mewasiatkan agar di kebumikan di atas sebuah bukit kecil di Palmer Road. Entah karena lupa atau lantaran wasiat ini dipandang sedikit aneh karena tempat itu dulu adalah terpencil dari kuburan orang Islam dan berada di tepian laut. Maka keluarga memutuskan agar jenazahnya di makamkan di tanah perkuburan yang lazim.

Namun keanehan terjadi, ketika jenazah hendak dibawa ke pemakaman, jenazah beliau tidak dapat diangkat, diceritakan puluhan orang mencoba untuk mengangkat jenazah tersebut, semuanya gagal. Akhirnya mereka diingatkan agar mematuhi wasiat Habib Noh. Maka ketika jenazahnya hendak dibawa ke tempat menurut wasiatnya tersebut jenazah baru bisa diangkat bahkan amat ringan.

Saat pemerintah Singapura akan membuat jalan tol yang dalam rencananya melintasi makam Habib Noh, maka pemindahan makam hendak dilakukan, namun atas izin Allah keanehan terjadi, seluruh alat berat yang digunakan untuk merealisasikan rencana itu selalu mati, singkat cerita makam gagal digusur, akhirmya jalan tol mengalah dibangun memutari makam.

Hingga kini makam beliau tetap terpelihara dan menjadi tempat ziarah bagi mereka yang mencintai para Aulia Allah. Semoga dengan mahabbah kepada beliau, Allah banjiri keberkahan atas kita semuanya. Lahul fatihah. (*)

Sumber : Buku Tujuh Wali Melayu, penuturan penjaga maqam, dan berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here