NKRI Harga Mati - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 30 Oktober 2019

NKRI Harga Mati

Pendidikan Kewarganegaraan
Judul : Pendidikan Kewarganegaraan; NKRI Harga Mati (Edisi Pertama)
Penulis : TGS. Prof. Dr. K.H. Saidurrahman, M.Ag. dan Dr. H. Arifinsyah, M.Ag.
Penerbit : KENCANA (Divisi dari PRENADAMEDIA Group)
Tahun Terbit : September 2018
Jumlah : xvi, 218 halaman
Peresensi : Nendis Habibah Ayu, mahasiswi Universitas Islam Malang

Salah satu upaya merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat pada umumnya dan mahasiswa, terutama tentang empat konsesus nasional yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Anak bangsa yang beragam sosial budaya, etnis, bahasa, agama, suku, bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang dilandasi oleh nilai-nilai pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, kehadiran buku ini diharapkan dapat menjembatani keinginan dan menjawab keprihatinan kehidupan berbangsa saat ini.

Pada bab pertama buku ini menjelaskan pengertian dan objek pembahasan pendidikan kewarganaan secara rinci bagaimana pendidikan kewarganegaraan sangat dibutuhkan dalam kehidupan bernegara.

Dilanjutkan pada bab kedua menampilkan judul “Pancasila Zaman Berzaman” sebagaimana bahwa pancasila yang merupakan pokok penting pendidikan kewargangeraan yang dari sejarah lahirnya pancasila hingga perubahan-perubahan yang terjadi pada pancasila sampai disahkannnya pancasila hingga sekarang.  Namun, tiadak melupakan kaitan dari isi pancasila tersebut dengan hadis maupun surah-surah dalam Al-Qur’an.

Bab ketiga berisikan apa dan bagaimana identitas nasional dan masyarakat madani yang sudah secara lengkap tertuang di buku ini bahwa bagaimana identitas nasional sebagai jati diri bangsa.

Nah di bab keempat penulis memaparkan judul “Demokrasi Indonesia” yaitu berisi penjelasan dan informasi yang terkait bagaimana demokrasi di Indonesia. Bab kelima  yaitu hak dan kewajiban warga negara yang berartikan bahawa warga negara merupakan anggota negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negara. Tidak hanya penjelasan tersebut, tetapi masih banyak penjelasan lainnya di bab ini mengenai bagaimana hak dan kewajiban warga negara.

Di bab keenam menampilan konstitusi di Indonesia mulai dari pengertian, fungsi, pelaksanaan hingga mekanisme pembuatan konstitusi di Indonesia. Bab ketujuh berisi Hak Asasi Manusia (HAM) secara lengkap dari penjelasan pengertian hingga apa saja macam-macam hak aasi manusia, tidak hanya dalam sudut pandang undang-undang tetapi juga dari sudut pandang islam yang diambil dari hadis maupun surah-surah Al-Qur’an.

Bab delapan menampilkan good governance tanpa korupsi yaitu  bagaimana penyelenggaraan pemerintahan yang baik tanpa korupsi di Indonesia dapat terlaksana, dan pastinya bangsa Indonesia akan bersih dari kasus korupsi.

Di bab terakhir materi buku ini yaitu pada bab sembilan penulis menutup dengan judul yang epik yaitu NKRI Harga Mati : Perspektif Islam, di mana di bab ini NKRI merupakan hasil dari sebuah perjalanan panjang Indonesia menuju kemerdekaan dengan semangat yang tinggi dan bagaimana sebuah kisah dan hasil dari kemerdekaan ini dilihat dari perspektif Islam tertuang lengkap di buku ini.

Buku ini sangat berguna dalam sebuah pembelajaran bagaimana kita menyikapi sebuah tantangan modernisasi pada saat ini namun tetap menjunjung tinggi NKRI. Bersama dalam keragaman mewujudkan kemajuan masa depan yang lebih gemilang dalam bingkai NKRI. NKRI harga mati. Itulah kutipan dari buku ini. Selamat membaca. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here