JP3M Siapkan Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighah Tangguh - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 02 September 2019

JP3M Siapkan Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighah Tangguh

Pelantikan JP3M Kota Semarang di Wisma Perdamaian.
Alhimna.com - Sebanyak 300 peserta mengikuti dalam Welcome Dinner yang diselenggarakan oleh Jam'iyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Muballighah (JP3M). Acara ini diikuti sekitar 40 kabupaten JP3M se-Jateng dan perwakilan dari Jakarta, Bali, Banten, Palembang, Kalimantan, Jambi, Lampung, Jatim, Jabar, dan Sulawesi.

Ketua Umum JP3M, Hj Hanik Maftuchah mengemukakan JP3M merupakan organisasi sosial keagamaan islam independen yang berdasarkan Ahlusunnah Wal Jamaah dengan mengedepankan silaturahim dan ukhuwah.

Tujuan JP3M secara umum, kata Hanik menyiapkan perempuan-perempuan pengasuh pesantren dan muballighah yang tangguh untuk dapat berperan aktif dalam mehembangkan ajaran ahlussunnah wal jamaah annahdliyyah.

"Tujuan lainnya yakni mengatur dan mengelola pesantren dengan sistem pendidikan sehingga pesantren menjadi sebuah pilihan bukan sekadar alternatif," tuturnya dalam acara Welcome Dinner jelang Pelantikan JP3M Kota Semarang dan Rakerpus JP3M Nusantara di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (28/8/2019) malam.

Diungkapkannya, JP3M yang terbentuk pada 2015 ini merupakan sebuah organisasi yang mewadahi anggota dari berbagai macam latar belakang.

Oleh karena itu, kemajemukan yang ada di JP3M ini diharapkan dapat saling bersinergi dan bersatu.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas terselengaranya upacara pelantikan dan Rakerpus JP3M. Hendi, sapaan Hendrar Prihadi juga mendorong agar perempuan khususnya di Semarang harus lebih tangguh.

"Semua kegiatan perempuan harus didukung," ucap dia.

Di era teknologi, lanjut Hendi seseorang bisa memperoleh informasi dari mana saja dan kapan saja. Akan tetapi, kemajuan teknologi juga berdampak banyaknya informasi tidak benar yang tersebar.

"Yang harus menjadi catatan dalam rakerpus nanti adalah bagaimana menjaga adik-adik santriwati yang menjadi generasi penerus dari hal itu," lanjutnya berpesan.

Sehingga, lanjut Hendi, JP3M dapat menciptakan perempuan yang tidak hanya mampu melayani suami, tapi juga mampu berdikari.

Hadir dalam acara bertajuk "Meningkatkan Peran Bu Nyai dan Muballighoh dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" itu, Rektor UIN Walisongo Imam Taufik, Ketua PW Fatayat NU Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua MUI Kota Semrang KH Ali Imron, Pengasuh Pesantren Addainuriyyah 2 KH Dzikron Abdullah. Hadir pula para kiai, tokoh masyarakat serta para ketua JP3M kabupaten/kota. (bi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here