Silatda RMI NU Jateng Tambah Satu Bidang: RMI Putri - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 03 Maret 2019

Silatda RMI NU Jateng Tambah Satu Bidang: RMI Putri

Gus Fadlullah Turmudzi, saat menyampaikan sambutan panitia.
Alhimna.com - Pengurus PW RMI NU Jawa Tengah menggelar Silaturrahim Daerah (Silatda) yang dihadiri Pengurus Cabang RMI se Jawa Tengah, dan pengasuh pesantren pada Jumat-Sabtu (1-2/3/2019) berlangsung di Pesantren Al-Mubarrok, Manggisan, Wonosobo.

Ketua panitia, Gus Fadlullah Turmudzi mengatakan kegiatan ini merupakan forum untuk saling mengenal antar pengurus RMI se Jawa Tengah, mengetahui siapa saja dan apa saja yang ada di RMI. Kepada para peserta, Gus Fadl berharap bahwa kegiatan silaturrahim tidak berhenti pada Silatda saja. “Kami berharap kegiatan ini ada lanjutannya, yaitu silatul afkar,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara Silatda.

Gus Fadl juga menjelaskan bahwa pada forum Silatda RMI NU Jateng menambahkan satu bidang, yakni bidang RMI Putri yang pada pengurus sebelumnya belum ada. Dengan demikian, ada 7 bidang yang menjadi pembahasan dalam forum Silatda ini. Yaitu bidang pesantren salafiyah, bidang pesantren ‘ashriyah, bidang madrasah diniyah, bidang kerjasama, bidang seni budaya, olahraga dan kompetensi, bidang mdia, data dan informasi, serta bidang RMI Putri.

Ketua RMI NU Jateng, KH Nur Machin mengungkapkan forum ini merupakan amanat dari PWNU Jateng untuk memperkuat peran pesantren dalam tafaqquh fiddin. Menurutnya, RMI bertugas membantu para kiai pesantren. “RMI bukan membawahi para kiai pesantren, tapi kita sebagai pembantu para kiai pesantren,” katanya.

Kiai Nur Machin berharap agar kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dan mempererat hubungan dengan para pengurus RMI di tingkat Cabang. Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Mubarrok, KH Nur Hidayatullah menyampaikan harapan besar terhadap harakah (gerakan) NU untuk kemajuan pondok pesantren, baik dalam bidang tafaqquh fiddin, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Akhir-akhir ini kalau tidak pintar mengadapi kemajuan zaman akan tergeser oleh medsos. Oleh sebab itu peran RMI di sini sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Selain itu, menurut Kiai Nur Hidayatullah, masalah lain yang masih dihadapi pesantren adalah soal rekognisi atau pengakuan. “Pesantren hanya disanjung, kalau sudah berbicara pengakuan, belum benar-benar terasa,” bebernya. [mz]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here