Muslim Nusantara Jangan Minder dengan Muslim Arab! - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 27 Januari 2019

Muslim Nusantara Jangan Minder dengan Muslim Arab!

KH Nasrulloh Afandi dalam sebuah acara. (Foto: Dok. pribadi)

Alhimna.Com - Generasi Muslim dari wilayah Nusantara dalam hal kualitas keilmuan diharap jangan minder pada generasi muslim Arab, karena sangat banyak ulama asal nusantara sejak lahir berbahasa Jawa, namun karya-karyanya diakui dunia internasional. 

Demikian dituturkan Wakil Katib PWNU Jateng, KH Nasrulloh Afandi dalam acara haul ke -11 Mbah Kiai Azhari, Krandenan Kenduren Wedung Demak, Rabu (23/1/2019) kemarin. 

"Ulama besar Nahwu Sharaf (tata bahasa Arab) seperti Imam Ash-Shanhaji pengarang kitab Nahwu sangat terkenal, Aj-Jurmiyyah yang hingga kini menjadi rujukan Ilmu Nahwu tingkat dasar seluruh dunia, khususnya pesantren-pesantren di Nusantara, beliau pengarang kitab tersebut adalah berasal dari pinggiran bagian negara Maroko, dari Suku ash-shanhaj yang merupakan bagian dari suku al-Jurrumy (yang kemudian kitab tersebut dinamakan kitab aj-Jurumiyyah), bahasa asli beliau, bukanlah bahasa Arab,” tutur Alumnus pesantren Lirboyo Kediri itu.

Bahkan kitab al-Fiyyah Ibnu Malik, lanjut Gus Nasrul, sapaan akrabnya, yang diakui kitab ilmu Nahwu Sharaf terbaik sepanjang zaman yang hingga kini belum tertandingi, sejarah mencacat beliau Imam Ibnu Malik pengarang kitab tersebut adalah keturunan dan kelahiran Andalusia Spanyol, oleh karenanya, diakhir nama beliau tertulis “al-Andalusy”(bahasa Arab) , diambil dari kata Andalusia Spanyol tanah kelahiran Beliau,” tutur kiai muda Khatib Jumat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) itu.

Dunia pun mengakui, Imam Nawawi putra Banten (yang dulu bagian dari Jawa), karya-karya beliau dalam bahasa Arab beredar seluruh dunia. "Yang jumlahnya lebih dari seratus, dengan berbagai disiplin keilmuan, tasawuf, fikih, dan lainnya,” papar Gus Nasrul peraih Doktor Maqashid Syariah Cumm Laude Universitas al-Qurawiyin Maroko itu.

Ada juga Syeikh Ihsan Jampes Kediri. Delain sejumlah kitab karyanya yang berabahasa Arab yang beredar seluruh dunia juga dengan magnum opusnya kitab Siraj ath-Thalibin, syarah kitab Minhaj al-abidin karya Imam Ghazali yang banyak dijadikan rujukan akademisi di negara-negara Arab dan negara bagian Timut Tengah dan sejumlah ulama besar asal Nusantara lainnya, Seperti Syeikh Yasin al-Padani dan lainnya yang karya-karyanya juga dalam bahasa Arab beredar luas di berbagai penjuru dunia dan diakui oleh para ilmuwan Muslim atau ulama kelas dunia. 

Jadi, sudah semestinya para generasi muslim Nusantara, meski berasal dari suku yang bukan berbahasa Arab, untuk optimis akan mampu bersaing mewarnai gelangggang keilmuan Islam di tingkat Internasional yang mayoritas bersumber referensi berbahasa Arab itu.

Sedangkan Gus Rojih Ubab Maimun Zubair, cucu Mbah Maimun Sarang dalam kesempatan tersebut mengajak betapa pentingnya masyarakat untuk sering berkumpul dengan orang-orang salih agar tercipta akhlakul karimah di tengah masyarakat. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here