Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 11 Januari 2019

Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan

Bedah Buku Humanisme Islam di STAINU Temanggung. (Foto:Istimewa) 
Alhimna.Com - Dalam Bedah Buku Humanisme Islam, Kamis (10/1/2019) di aula lantai 3 STAINU Temanggung karya Baedowi Ketua STAINU Temanggung H. Muh. Baehaqi menegaskan kunci kerukunan bangsa atau sebuah negara sudah dikonsep apik dalam Islam.  Salah satu konsep itu adalah humanisme dalam Islam yang sudah dikembangkan berbagai para filsuf, ulama, kiai, dan akademisi Islam.

"Pak Baedhowi ini salah satu ikon filsuf di STAINU Temanggung. Humanisme ini dalam ilmu mantik, manusia adalah al insan alkhayawanun natiq. Maka jika manusia tidak mau berpikir, bernalar, hakikatnya adalah hewan," ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Humanisme Islam, kata dia, selalu memuliakan manusia daripada hewan. Hal itu sudah tertulis dalam Alquran bahwa manusia itu mulia daripada makhluk lain. "Di Indonesia selain ada humanisme Islam, humanisme Kristen, Budha, Hindu, semua memiliki konsep humanisme," ujar doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.

Dijelaskan Baehaqi, dalam ilmu syariah, ada 5 pokok humanisme. Pertama, adalah hak hidup bagi semua manusia. Kedua, adalah hak beragama. Ketiga, hak kepemilikan. Keempat, hak profesi. Kelima hak berkeluarga.

"Semua itu jika diterapkan, maka Indonesia ini akan cinta damai tanpa gesekan," katanya dalam Bedah Buku dalam rangka Konferensi ke-2 LPM Grip STAINU Temanggung tersebut.

Baehaqi juga menambahkan, prulalitas keberagamaan di Indonesia sudah dicontohkan di Kecamatan Kaloran, Temanggung yang di sana ada berbagai macam pemeluk agama.

“Sejak beberapa tahun lalu, sudah ada umat Hindu maupun Budha respek dengan Islam lewat KKN mahasiswa STAINU Temanggung. Awalnya yang tidak peduli dengan Islam, sekarang sudah hormat,” jelas dia.

Ia mendorong, bahwa pesan humanisme dalam Islam sangat tinggi nilainya dan menjadi kunci untuk hidup damai tanpa ekses dan gesekan antaragama maupun antarsuku dan golongan.

Buku yang dibedah itu merupakan terbitan Pustaka Pelajar, Yogyakarta yang sudah terbit pada Mei 2008 silam.  Buku dengan judul asli Humanisme Islam; Kajian terhadap Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun ini menurut Baehaqi masih relevan di tengah masalah radikalisme di era kini.

Dalam kesempatan itu, hadir penulis buku Baedowi, panelis Ketua LP3M STAINU Temanggung Moh. Syafi' dan dosen STAINU Temanggung Nasih Muhammad, Kaprodi dan Sekprodi, dosen, mahasiswa dan sejumlah tamu undangan. (hi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here