Pendidikan Multikultural Bentuk Karakter Positif - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 08 Oktober 2018

Pendidikan Multikultural Bentuk Karakter Positif

Seminar Nasional dan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah HMJ PAI Unwahas.
Alhimna.Com - Banyak sekali kita temukan konflik atau pun pertikaian di antara masyarakat yang mana hal tersebut timbul karena kurangnya pemahaman dalam perbedaan. Maka dari itu sudah sepantasnya sebagai calon pendidik mengambil sikap guna meminimalisir hal tersebut.

Hal itu dikemukakan Laila Ngindana Zulfa, Kaprodi PAI FAI Unwahas dalam kegiatan Seminar Nasional dan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah “Pendidikan Multikultural untuk Membentuk Karakter Pendidik di Zaman Milenial” yang dipusatkan di Kampus 3 (Fakultas Kedokteran) Unwahas, Gunungpati Semarang, Sabtu (6/10/2018) kemarin.

Menurut Laila, Pendidikan Multikultural merupakan salah satu strategi untuk membentuk karakter yang baik, karena apa? Pendidikan Multikultural merupakan pendidikan pembaharuan  yang menanamkan pentingnya saling percaya, saling memahami, dan saling menghargai antar sesama.

Hal itu lanjutnya yang akan mempersatukan masyarakat menciptakan keharmonisan. “Dan dari keharmonisan itu sendiri akan melahirkan kesejahteraan,” lanjut Laila.

Apalagi seorang pendidik merupakan ujung tombak dalam mentrasformasikan ilmu, pengalaman serta pembentuk karakter peserta didik.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwahas ini ia mengutip statemen Soekarno, “…sungguh hebatnya apabila tiap-tiap guru di taman siswa satu per satu merupakan rasul kebangunan. Karena hanya di dalam dada seorang pendidik yang penuh dengan jiwa kebangunanlah yang akan menurunkan jiwa kebangunan itu kepada peserta didik….”

“Dari sini bisa kita pahami bahwasanya sangatlah penting untuk memperhatikan pembentukan karakter-karakter calon pendidik yang nantinya akan di tuntut untuk melahirkan out came-out came peserta didik yang mencintai akan perdamaian di Negara Indonesia yang berpegangan dengan ke-Bhinekaan Tunggal Ika,” tandasnya.

Karena peserta didiklah yang nantinya menjadi agen-agen penerus bangsa dan sebagai penerima estafet penerus perjuangan bangsa.

Hadir sebagai pembicara seminar K. Moh. Fahsin (Pengasuh Pesantren Kiai Gading Mranggen, Demak) dan Teddi Kholiludin (Ketua Yayasan Pengembangan Komunitas Elsa Semarang). Sedangkan pemateri Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Laila Ngindana Zulfa (Kaprodi PAI) dan Annas Rohman (Sekretaris Kaprodi PAI). (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here