Melongok Aksi Siswi SMK Walisongo, Membatik 100 Meter, Hasilnya Untuk Korban Gempa - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 02 Oktober 2018

Melongok Aksi Siswi SMK Walisongo, Membatik 100 Meter, Hasilnya Untuk Korban Gempa

Aksi membatik untuk solidaritas Palu dan Donggala. (Foto: Istimewa)
Alhimna.Com - Sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara yang tertimpa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, ratusan siswa SMK Walisongo Pecangaan Jepara melaksanakan aksi yang terbilang unik.

100an siswa tersebut membatik di atas obyek kain sepanjang 100 meter. Kain tersebut di bentang di Jalan Raya Pecangaan - Jepara tepatnya Depan Gudang Srikandi Ratu atau Selatan Masjid Besar Walisongo.

Kegiatan membatik yang dikebut pelaksanaannya selama 3 hari, Senin-Rabu (1-3/10/2018) ini motif yang dibuat yakni daun jumbai dan buah wuni. Sedangkan untuk warnanya menggunakan pewarnaan alam.

Sebagaimana pantauan NU Online aksi ini didominasi perempuan. Selain ratusan siswa yang turut bergabung, mereka juga dibantu oleh 5 guru dari jurusan Desain Produksi Kriya Tekstil.

Jihan Atik, Ketua Jurusan Produksi Desain Kriya Tekstil SMK Walisongo mengatakan selain sebagai bentuk solidaritas untuk korban gempa dan tsunami kegiatan juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang biasanya dimeriahkan setiap 2 Oktober.

“Kegiatan membatik sesuai dengan salah satu jurusan di SMK Walisongo Desain Kriya Tekstil sekaligus sebagai sebagai sarana sosialisasi pelestarian warisan budaya leluhur,” kata Jihan.

Aksi tersebut lanjutnya merupakan rekor kali pertama membatik dalam ukuran yang panjang.

Hal lain ditambahkan Kepala SMK Walisongo, Ardana Himawan. Kegiatan menurutnya bertujuan menyosialisasikan jurusan Desain Kriya Tekstil untuk khalayak luas.

Peringatan hari batik terangnya sudah menjadi agenda rutin tahunan, dan  yang menjalankan program adalah tim kehumasan dan jurusan desain produksi kriya tekstil.

Siswi SMK Walisongo Pecangaan khidmad membatik.
“Harapannya semakin banyak yang mengenal batik nusantara. Sekaligus menginspirasi dan mengajak masyarakat untuk berempati terhadap korban gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah,” harap Ardana.

Sesuai dengan rencana hasil dari penjualan batik akan didonasikan untuk Palu dan Donggala. Adapun penyalurannya melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Niken Ayu Ria Rosalina, adalah satu peserta membatik. Siswi kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) kelas A ini mengaku bangga dan senang sekolahnya dapat mempersembahkan sebuah karya untuk membantu daerah korban gempa di Palu dan Donggala.

“Semoga bantuan dari SMK Walisongo dapat bermanfaat dan memberikan semangat untuk orang-orang yang ada di Palu. Supaya dapat mengambil hikmah dari musibah ini,” pungkas Niken. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here