Gus Maksum: Dai Adalah Pilot Project Masyarakat - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 28 Oktober 2018

Gus Maksum: Dai Adalah Pilot Project Masyarakat

Selapanan Fida Kubro Alumni PKD XIV Ittihadul Muballighin.

Alhimna.Com - Alumni Pendidikan Kader Dai (PKD) angkatan XIV Ittihadul Muballighin Jawa Tengah menyelenggarakan Selapanan Fida' Kubro dan Doa Arwah Jama' di mushola Al Qodar Sampangan, Gajahmungkur, Semarang, Sabtu (27/10/2018).

Kegiatan fida' kubro diikuti ratusan jamaah dari unsur muballigh/dai PKD Ittihadul Muballighin angkatan XIV, santri pesantren Tarbiyatul Khoirot Sampangan dan jamaah mushalla Al-qodar dan masyarakat umum.

Ketua Alumni PKD XIV, Gus Maksum mengatakan kegiatan selapanan ini diselenggarakan untuk memupuk persatuan dan paseduluran para muballigh dan muballighat. Serta meneguhkan kembali perannya di masyarakat.

"Upaya untuk meneguhkan kembali peran mubaligh atau pun dai di masyarakat adalah sangat penting. Dakwah pada masa kini harus mencakup dakwah bil hikmah dan hasanah," paparnya.

Gus Maksum menambahkan dai sebagai agent of change harus memiliki gerakan yang jelas, tidak saja menyangkut wawasan Islam yang utuh. "Tapi tentang problem sosial, ekonomi, politik, budaya dalam mengarahkan umat Islam kepada suatu tatanan yang lebih mapan," tukasnya.

Konsep dakwah yang ideal, kata dia, adalah dakwah yang tidak menyempitkan cakrawala umat dalam emosi keagamaan dan keterpencilan sosial.

"Seorang dai adalah pilot project (proyek percontohan) bagi masyarakat yang akan dinilai baik dalam perkataan maupun dalam akhlaknya," lanjutnya.

Nyai Risda al Hafidzoh dalam mauidhoh hasanahnya mengatakan bahwa fida' kubro adalah salah satu zikir yang menurut hadist rasul adalah sebagai  penebus seorang hamba dari api neraka.

"Sudah selayaknya seorang muslim yang mukmin melakukan dzikir fida' kubro untuk membentengi diri dari siksa api neraka," tambahnya.

Fida' kubro sendiri menurut hadist nabi adalah pembacaan surat al ikhlas sebanyak 100.000 kali. "Manfaat lain dari Fida Kubro adalah untuk menterapi ruhaniyah seorang hamba. Karena sejatinya dengan berzikir berarti kita sedang menterapi bathiniyah kita," tambah Nyai Risda.

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari alumni PKD XIV Ittihadul Muballighin kepada takmir dan jamaah mushola al qodar atas kerjasamanya dalam penyelenggaraan kegiatan ini. (hi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here