Tiga Panggilan Allah yang Tak Bisa Ditolak - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 25 September 2018

Tiga Panggilan Allah yang Tak Bisa Ditolak

Gus Thoyyib pengasuh pesantren Al-Uswah. (Foto: Ahmad Zulfa)

Alhimna.Com - Pesantren Al-Uswah mengadakan khatmil Qur’an, hari lahir (harlah) pesantren XVIII serta haul pendiri Abah KH. M. Mukhlisin, Ahad (23/9/2018). Rangkaian kegiatan tahunan itu dilaksanakan di pesantren yang terletak di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Pasca meninggalnya Abah Mukhlisin tahun 2004, putra pertama KH Thoyyib Farhani yang melanjutkan perjuangan menjalankan amanah mengelola pesantren.

“Ada 3 panggilan dari Allah. Pertama, dipanggil melalui azan untuk shalat. Kedua, Ken sowan daleme Allah haji utawa umrah (Diperintah memenuhi panggilan Allah dengan haji atau umrah). Ketiga, sowan ngarsane Allah ora kena bali (panggilan kembali kepada Allah dan tak bisa kembali),” papar Gus Thoyyib sapaan akrabnya.

Dia menceritakan itu karena baru saja pulang dari tanah suci. Seperti biasa haul Abah Mukhlisin dilaksanakan tiap 1 Muharram. Karena Gus Thoyyib masih di tanah suci kegiatan diundur. Sejak awal pesantren didirikan memang untuk pendidikan dan ditekankan kepada pendidikan al-Qur’an.

Pesan ini ia sampaikan dalam sambutan pengasuh. Lebih lanjut panggilan-panggilan itu bagi hamba yang bertaqwa. Gus Thoyyib menambahkan dengan panggilan yang tak bisa ditolak tersebut manusia harus mempersiapkannya. Baik itu berupa kebulatan niat, tenaga, usaha hingga harta.

Perlu diketahui bahwa Abah Mukhlisin seorang dai dari Semarang. KH. Amin Budiharjono menceritakan bahwa dia memiliki seorang guru, Abah Mukhlisin.

Abah Mukhlisin adalah seorang orator yang sangat dikaguminya karena kesederhanaan hidup dan kesederhanaan ungkapan-ungkapannya. Abah menjadi mubaligh sejak masih di madrasah awaliyah Qudsiyah Kudus sampai mendirikan pesantren Al-Uswah hingga wafat.

Khatmil Qur’an diikuti 43 santri putra dan putri. Karena melewati seleksi ketat alhasil hanya 34 santri yang naik panggung. Agus Khamid, pengurus pondok putra menambahkan santri yang khatam tahun ini dari berbagai tingakatan. Agus berharap sisa dari santri-santri yang belum khatam bisa mengikuti khataman tahun depan. (az)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here