40 Pesan Allah kepada Hamba-Nya - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 03 Agustus 2018

40 Pesan Allah kepada Hamba-Nya


Judul Buku : 40 Pesan Allah kepada Hamba-Nya: Kumpulan Hadits
Qudsi Penggugah Jiwa
Judul Asli : Kitab al-Mawa’idh fi al-Ahadits al-Qudsiyyah
Penulis : Imam al-Ghazali
Penerjemah : Muhammad Ruhani

Buku “40 Pesan Allah kepada Hamba-Nya: Kumpulan Hadits Qudsi Penggugah Jiwa merupakan terjemahan dari sebuah kitab klasik berbahasa Arab yang berjudul “Kitab al-Mawa’idh fi al-Ahadits al-Qudsiyyah” karangan Imam al-Ghazali.

Buku ini memuat 40 hadits qudsi yang membahas tentang hubungan manusia dengan Tuhannya dan sesama manusia. Pada intinya, hadits-hadits qudsi yang dimuat dalam buku ini membahas tentang pesan-pesan, peringatan, dan teguran dari Allah kepada manusia mengenai kedudukan dan tanggung jawab mereka terhadap Tuhan dan sesamanya.

Sebagai manusia, sudahkah kita melaksanakan apa saja yang diperintahkan oleh Allah, dan meninggalkan apapun yang dilarang-Nya?

Dengan ungkapan lain, kitab ini mengingatkan manusia akan hakikat diri dan kedudukannya sebagai hamba Allah, yang mempunyai tugas dan tanggung jawab tertentu yang harus dilaksanakan. Tema ini termasuk dalam pembahasan akhlak-tasawuf.

Sebagaimana karakter hadits qudsi pada umumnya, redaksional kalimat dalam buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yakni Allah SWT sebagai Tuhan, yang menyapa secara langsung kepada hamba-Nya.

Sapaan yang digunakan adalah, “Ya Ibna Adam” (wahai putera Adam, yakni manusia seluruhnya).

Dengan demikian, seakan-akan hadits-hadits qudsi dalam buku ini adalah surat dari Allah yang ditujukan langsung kepada manusia. Melalui penggunaan sapaan itu, amat terasa kedekatan dan keintiman yang terjalin di antara Tuhan dan hamba.

Satu hal pokok yang patut diingat mengenai buku ini adalah tentang sebuah ironi. Ya, ironi yang dialami oleh manusia terkait dengan kehidupan yang dijalaninya sehari-hari. Bagaimana tidak?

Sebagai orang yang beragama, kita tentu tahu bahwa kehidupan dunia berlangsung hanya sementara. Ada kehidupan lain yang hakiki dan abadi, yakni akhirat. Namun, meskipun sudah tahu mengenai hal itu, kebanyakan manusia masih saja bernyaman-ria dengan kesenangan-kesenangan duniawi dan melalaikan akhirat. Hal-hal semacam inilah yang diperingatkan oleh Allah melalui hadits-hadits qudsi dalam buku ini.

Maka melalui hadits-hadits qudsi tersebut Allah mengkritik manusia secara tajam perihal kehidupan ironis yang mereka jalani. Dalam ungkapan pribadi saya, ketika membaca kitab ini seakan-akan saya ditampar oleh Allah dari pelbagai arah: kanan-kiri, depan-belakang.

Babak belurlah saya secara spiritual ketika membaca kitab ini. Meskipun demikian, setelah membaca kitab ini akhirnya timbul kesadaran dalam diri bahwa kita selama ini memang telah salah dengan tidak mengabdi kepada-Nya secara tulus murni.

Pada akhirnya melalui hadits-hadits tersebut, kita menjadi tergugah dan tercerahkan, sehingga dapat memotivasi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Karena itulah saya menganggap kitab ini sebagai kitab yang mencerahkan, menggugah, dan menggerakkan.

Dalam artian: mencerahkan wawasan keagamaan kita; menggugah kesadaran kita mengenai kedudukan kita sebagai seorang hamba di hadapan Allah; dan menggerakkan kita untuk dapat memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya. (*)

Jika Anda ingin memiliki buku ini, silakan klik link ini https://play.google.com/store/books/details?id=Nq_BAwAAQBAJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here