Rekonstruksi PWNU Jawa Tengah - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 05 Juli 2018

Rekonstruksi PWNU Jawa Tengah


H. Hisyam Zamroni.

Alhimna.Com - Secara riil basis kekuatan NU di Indonesia yang potensial adalah di Jawa Timur,  Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Potensi NU di Jawa Tengah baik berupa potensi yang bergerak yaitu sumber daya manusia (SDM) maupun  potensi yang tidak bergerak yaitu masjid, mushalla, lembaga pendidikan, kesehatan dan lain-lain membutuhkan manajerial yang cerdas dan mobilitatif di masa yang akan datang.

Kecerdasan mengonsep, membuat strategi sekaligus melaksanakannya membutuhkan orang yang "kober atawa punya waktu lebih" untuk mengurusi NU dlahiran wa bathinan untuk kemaslahatan khususnya NU dan umumnya untuk masyarakat Jawa Tengah. 

Kemampuan mobilisasi dan komunikasi baik secara internal, eksternal dan mobilisasi masyarakat bawah sangat dibutuhkan untuk membangun kekuatan baru NU Jawa Tengan dengan banyaknya peluang dan tantangan yang sekarang ini begitu kompleks sehingga NU mau tidak mau harus ambil bagian dan berpartisipasi aktif ikut membangun Jawa Tengah yang kondusif dan sejahtera.

Mobilisasi dan komunikasi internal diwujudkan dengan penguatan organisasi dari tingkat Wilayah, Cabang, Majlis Wakil Cabang, Ranting dan Anak Ranting begitu pula Banom-banomnya sebagai upaya penguatan struktur organisasi sehingga program yang direncanakan dapat dijalankan secara sistematis dan maksimal.

Demikian halnya komunikasi secara struktural antara PWNU dan PBNU dapat dilakukan secara inten dan harmonis.

Selanjutnya adalah mobilisasi dan komunikasi eksternal yaitu komunikasi lintas sektoral di mana Pengurus Wilayah NU Jateng ke depan harus mampu sinergis dengan Forum Komunikasi Pimpinan Propinsi bahkan harus bisa lebih di atasnya karena NU yang mempunyai umat bukan justru sebaliknya Pengurus Wilayah NU Jateng tidak mempunyai kapasitas dan kemampuan komunikasi dengan Forkopinprov karena keterbatasan baik secara personal maupun peran yg dimilikinya.

Yang terakhir adalah mobilisasi dan komunikasi dengan masyarakat yang secara intens mempunyai waktu yang sangat luang bukan sekadar "waktu ampiran" dalam ngopeni dan mendampingi masyarakat di mana pengurus wilayah NU Jateng ke depan harus mempu menjadi solusi problematika hidup bukan sebaliknya justru menjadi beban hidup atau dengan kata lain NU di dunia bisa dijadikan solusi hidup dan di akhirat  bisa dijadikan gandulan menuju surga bersama Rasulullah SAW.

Nah, untuk menuju kekuatan NU Jawa Tengah di atas, kita membutuhkan kebersamaan, keseriusan dan kerja keras bukan justru menonjolkan ego sektoral dan golongan yang melihat keramaian setiap lima tahunan sibuk  "mempertahankan kedudukan"  takut tergeser dan sibuk "memperebutkan kedudukan" tapi ada yang lebih subtansial yaitu merubah mindset ke-NU-an. “Ayo dari rumah kita bawa ke NU. Jangan dari NU kita bawa ke rumah!”

Kesadaran ini harus kita tanamkan bersama pada diri kita sebagai penerus dan kader NU. Kita semua butuh pencerahan baru, suasana baru, perubahan dan bersama membawa NU Jawa Tengah yang lebih mempunyai power full. Janganlah NU yang besar ini justru kita kerdilkan sendiri karena ego dan kepentingan kelompok-kelompok dan golongan.

Selamat berkonferwil pada tanggal 7 Juli 2018!
Semoga Allah SWT meridlai,  memberikan kelancaran dan kesuksesan. Amin. (*)

__H. Hisyam Zamroni, Wakil Ketua PCNU Jepara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here