Tiga Institusi Pengampunan dalam Syariat Islam - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 25 Juni 2018

Tiga Institusi Pengampunan dalam Syariat Islam

Kiai Arja Imroni menyampaikan mauidlah. (Foto: Dok. Unwahas) 
Alhimna.Com - Keluarga besar Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melaksanakan Halalbihalal bertempat di Fakultas Kedokteran, Kampus 3 Gunungpati Semarang, Senin (25/6/2018) kemarin.

Hadir dalam kesempatan itu H. Ali Mufiz (mantan Gubernur Jateng), H. Abu Hafsin (ketua PWNU Jateng),  H. Arja Imroni (Sekretaris PWNU), Darodji (Ketua MUI Jateng),  KH Ahmad, Aminudin Sanuar (Pembina Yayasan Wahid Hasyim) dan sejumlah tamu undangan yang lain.

Kiai Arja Imroni, Sekretaris PWNU Jawa Tengah yang didaulat menyampaikan mauidlah hasanah mengutip nasihat dari kitab waqaiful minan.

Dijelaskannya tradisi para sahabat Nabi yang berdoa agar bertemu bulan Ramadhan yang dilaksanakan 6 bulan sebelumnya. “Dan setelah keluar Ramadhan berdoa agar amal di bulan Ramadhan minta diterima amalnya,” jelasnya kepada ratusan hadirin.  

Kiai Arja menambahkan dalam syariat Islam ada 3 institusi pengampunan. Pertama, institusi pengampunan harian adalah shalat. “Orang yang shalat 5 waktu dosanya bersih,” tambahnya.

Yang kedua, institusi pengampunan bulanan, siapa yg berpuasa di bulan Ramadhan dosa yang telah lewat diampunkan oleh Allah. “Yang ketiga institusi pengampunan tahunan adalah ibadah haji. Orang yang pulang dari haji semua dosanya bersih,” lanjut Arja.

Diungkapkannya semua yang disyariatkan Allah adalah institusi pengampunan dosa. “Yang menjadi masalah adalah kaitan hubungan antarmanusia,” paparnya.

Di dalam sebuah hadits dijelaskan setiap hari Kamis Allah mengampuni semuanya dosa kecuali orang yang punya dosa kepada sesama manusia.

“Maka momentum idulfitri ini mari kita saling bermaaf-maafan dan memberi maaf. Dengan memberi maaf mempunyai keuntungan ganda, membersihkan hati dan mengurangi dosa,” pungkas Arja.

Prof. Mahmutarom, Rektor Unwahas memaparkan selama berinteraksi pasti ada hal yang tidak bisa memenuhi keinginan semua pihak dan juga ada kesalahan yang disengaja maupun tidak.

“Maka dari itu mewakili segenap pimpinan universitas memohon maaf lahir batin, semoga spirit kebersamaan dan kerukunan tetap terjaga dengan baik,” harapnya.

Sekretaris kegiatan, Ali Imron berharap dengan halalbihalal bisa menjadi media untuk muhasabah diri sehingga menjadikan lebih baik setelah 1 bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here