Tampil di Wisuda Purna, Karawitan Az Zahra Bawakan "Syiir Tanpo Wathon" - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 19 Mei 2018

Tampil di Wisuda Purna, Karawitan Az Zahra Bawakan "Syiir Tanpo Wathon"

Seni karawitan unjuk kebolehan di wisuda purna. (Foto: Khoirul Anwar)
Alhimna.Com - Pelaksanaan Wisuda SMP dan SMK Az Zahra Mlonggo Jepara dimeriahkan dengan penampilan marching band dan karawitan Girah Laras Az Zahra di halaman Yayasan Az Zahra, Selasa (15/5/2018) kemarin.

Instrumen Marching Band dibunyikan pada prosesi wisuda. Sedangkan irama musik gamelan selalu ada setiap jeda acara. Beberapa lagu yang dibawakan suwe ora jamu, syiir tanpo wathan, lir-ilir dan gandrung juga ditampilkan di depan peserta wisuda, wali murid, dan tamu undangan.

Para penabuh gamelan memakai baju warna biru muda dengan hiasan batik di ujung lengan baju. Sedangkan dua vokalis laki-laki memakai bekap khas Jawa. Sementara satu vokalis perempuan menggunakan kebaya. Tampilan puisi, drama, parodi, dan lagu juga ikut memeriahkan acara tersebut.

Kepala SMP Az Zahra, Misbah mengatakan baru kali ini marching band dan karawitan memeriahkan acara wisuda. Apalagi karawitan selalu memberikan nuansa berbeda mulai dari awal acara hingga akhir. “Ini bentuk eksistensi kesenian Jawa di lembaga pendidikan Islam. Setiap perpindahan acara selalu diselingi bunyian gamelan,” ujarnya.

Karawitan tersebut baru terbentuk 3 bulan terakhir. Namun minat peserta didik mengikuti ekskul tersebut cukup banyak. Bahkan baru saja meraih juara harapan I lomba karawitan se-Kabupaten Jepara.

Misbah menambahkan kurikulum yang diterapkan di Yayasan Az Zahra mengakomodasi nilai agama dalam kesatuan kurikulum. Pembelajaran takhassus seperti fiqih, akhlak, dan aqidah lebih faktual dan praktis.

“Teoritis tidak begitu mendalam tapi aspek praktisnya. Contohmya dalam penerapan akhlak dan etika yang mengedepankan adab. Pembiasaan hormat kepada guru dan orang tua. Tidak terus menjadi sekolah dengan program muluk-muluk, tapi sederhana. Nilai-nilai yang ada di pesantren diterapkan dalam kemasan pendidikan formal,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMK Az Zahra, Hasan Khaeroni. Menurutnya karakter tidak terwujud jika ada di lingkungan yang tidak ada pembiasaan.

Sedangkan kurikulum di pesantren, SMP, dan SMK Az Zahra terintegrasi. “Sistem manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia terus mengalami pembenahan. Hal ini seiring dengan bertambahnya minat masyarakat menjadikan anaknya nyantri dan sekolah di Az Zahra,” tandasnya. (ka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here