Hukum Tertidur Saat Khutbah Jumat - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 27 Mei 2018

Hukum Tertidur Saat Khutbah Jumat

Shalat Jumat di salah satu masjid. (Foto : Republika

Alhimna.Com - Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun didirikannya shalat Jum’at, yang dilakukan saat waktu dhuhur di hari Jum’at. Khutbah Jum’at dilakukan karena memang untuk memberi nasihat kepada para jama’ah.

Aslinya yang dinamakan mendengar khutbah Jum’at, berarti setiap jamaah harus mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib, karena dalam khutbah tersebut ada hikmah, nasihat, mauidhah hasanah bagi para jamaah.

Sehingga sudah selayaknya bagi setiap jamaah yang datang shalat jum’at untuk berniat mendengarkan khutbah jumat, kemudian dilanjutkan dengan shalat jum’at.

Akan tetapi kenyataan di masyarakat sering tidak sejalan dengan teori. Banyak dari jamaah shalat Jum’at yang datang ketika khutbah Jum’at kemudian tertidur ketika khutbah berlangsung. Lantas bagaimanakah rangkaian ibadah shalat jum’atnya? Sah kah?

Maka jawabannya tentu saja tetap sah. Karena meskipun khutbah Jum’at memang haruslah didengarkan oleh setiap jamaah, akan tetapi jika saat mendengarkan khutbah secara tidak sengaja jamaah tertidur karena mungkin saking lelahnya, maka shalat jum’at nya tetaplah sah.

Lagipula shalat Jum’atnya pun juga belum dimulai. Dia masih bisa mengikuti shalat Jum’at. Beda lagi jika jamaah tertidur sampai shalat jum’at telah selesai. Maka rangkaian ibadah sholat jum’atnya tidak sah dan  harus diganti dengan sholat dhuhur empat rakaat.

Sehingga jamaah yang tertidur ketika khutbah jum’at, khutbahnya tetap sah, dan dia masih bisa mengikuti shalat Jum’at. Kemudian di sini akan timbul pertanyaan lagi. Apakah jika jamaah tertidur ketika khutbah jum’at, wudhunya untuk melaksanakan sholat jum’at batal atau tidak?

Nah jika wudhunya batal, dia harus wudhu terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat jum’at. Akan tetapi jika dia tertidur dan tidurnya tidak membuat batal wudhunya, maka ia dapat langsung melaksanakan ibadah sholat jum’at nya.

Para ulama dalam hal ini membedakan ada tidur yang menyebabkan wudhunya batal, dan ada tidur yang tidak menyebabkan wudhu nya batal. Hal tersebut didasarkan pada suatu kisah, yang mana pernah suatu malam, ketika hendak melaksanakan shalat isya, Rasulullah belum datang juga untuk memulai sholat Isya. Karena menunggu datangnya Rasulullah yang cukup lama, beberapa sahabat akhirnya tertidur.

Kemudian setelah berapa lama, Rasulullah datang, dan sahabat yang tertidur tersebut bangun langsung mengikuti sholat isya tanpa memperbarui wudhunya. Maka dengan demikian ada beberapa tidur yang tidak membatalkan wudhu. Tidur yang bagaimanakah itu?

Tidur yang tidak membatalkan wudhu adalah tidur yang tidak menumpukan dirinya pada sesuatu yang lain, misalkan bertumpu pada tembok atau tiang. Sehingga jika dia tertidur dalam keadaan duduk tegak, tanpa bertumpu pada benda lain, atau hanya bertumpu pada tangan sendiri misalnya, hal tersebut tidaklah membatalkan wudhu.

Ketika terbangun dari khutbah Jum’at dia bisa langsung mengerjakan shalat Jum’at. Lain halnya jika ia tertidur dalam keadaan bersandar ke tembok atau ke tiang masjid, atau bahkan berbaring. Maka setelah terbangun wudhunya menjadi batal dan ia harus mengambil wudhu terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah shalat Jum’at.

Akan tetapi bagaimana pun tidur ketika khutbah Jum’at ini sama sekali tidak dibenarkan, jika dihukumi maka hukumnya adalah makruh, sesuatu yang makruh adalah dibenci oleh Allah, maka sebisa mungkin dihindari.

Tidak boleh kita ketika hendak berangkat shalat Jum’at, sudah diniatkan ketika khutbah nanti akan tidur. Sungguh itu sangat tercela. Tetaplah kita berniat untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh nasihat-nasihat yang disampaikan khotib melalui khutbah Jum’at.

Jikalau ketika khutbah kita tetap tertidur, tanpa disengaja, semoga Allah mengampuni kita. Karena sejak zaman sahabat, mereka mencela keras orang yang tertidur ketika khutbah Jum’at.

Dianjurkan untuk membangunkan jika kita mengetahui ada orang yang tertidur ketika khutbah Jum’at. Dan terakhir, salah satu sempurnanya pelaksanaan ibadah shalat Jum’at adalah ketika jamaah mengikuti seluruh rangkaian ibadah shalat jum’at dengan baik, yakni termasuk mendengarkan khutbah Jum’at.

Sehingga jika kita tertidur ketika khutbah berlangsung, maka rangkaian ibadah shalat Jum’at kita juga tidak akan sempurna. Pahala-pahala dan keutamaan-keutamaan yang kita dapatkan dari sholat Jum’at juga tidak akan sempurna. Wallahu a’lam bis showab. (*)


__Afi Tarim, Mahasiswa S-1 Pendidikan Agama Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here