"Penghuni Lapas Itu Juga Warga Kita" - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 04 April 2018

"Penghuni Lapas Itu Juga Warga Kita"

Alhimna.Com - Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq memberikan ceramah organisasi pada kegiatan Harlah NU ke-95, Haul Massal MWCNU Tahunan dan Pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara masa khidmah 2018 – 2020 yang bertempat di Gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu Jepara, Jumat (23/3/2018) siang.

Dalam paparannya Kiai Hayatun menjelaskan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan yang sering dikumandangkan oleh warga NU bukan hanya sekadar slogan. Jika demikian apa bedanya dengan artis tampil menyanyi lalu pulang bawa duit?

Lebih dari itu lagu-lagu ini terang kiai yang kerap disapa Mbah Yatun itu harus dipikirkan dan direnungkan ulang. Sehingga hal itu menurutnya berimbas pada kualitas organisasi.

“Kita ini masih mementingkan kuantitas daripada kualitas sehingga tugas pokok organisasi terseok-seok,” tandas Mbah Yatun.

Kepada pengurus MWCNU dan Ansor serta Banom di lingkungan kecamatan Tahunan dirinya mengingatkan pendiri NU dalam merintis organisasi dengan istikharah, minta petunjuk dari langit. Sedangkan penerusnya kerap melakukan hal yang serba praktis.

Warga Kita di Lapas
Di usia ke-95 tahun NU harus semakin solid. “Zaman saya masih kecil setiap kali NU mengadakan pengajian harus izin. Meski begitu orang-orang kita terus bergerak memperjuangkan NU,” jelasnya.

Belum lagi di era Gus Dur yang berhadapan dengan rezim orde baru. Sehingga perjuangan NU hingga sekarang jangan sampai padam. Beberapa waktu yang lalu ia berkunjung ke lembaga pemasayarakatan (lapas). Hadirnya ke lembaga itu untuk meneruskan program pembinaan penghuni lapas yang sudah dirintis sejak tahun yang lalu.

“Bertahun-tahun secara organisasi NU belum pernah berkunjung ke sana. Alhamdulillah Ramadhan tahun lalu kami memberikan 250 seragam NU kepada mereka,” bebernya.

Ratusan penghuni Lapas menurut data yang kiai peroleh belum ada yang nonmuslim, Muhammadiyah. "NU semua. Berarti itu warga kita,” terang pengasuh pesantren Hadziqiyah desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara ini. 

Membina mereka (penghuni lapas, red.) adalah bagian dari dakwah. Tentunya bi aini marhamah, dengan kasih sayang. “Kalau tidak kita yang membina mereka terus diambil alih mereka (kelompok lain, red.) yang rugi siapa? Tentu kita semua,” tegas Mbah Yatun mengingatkan.

Selama sebulan di bulan Ramadhan pihaknya akan menjadwalkan kegiatan-kegiatan keagaman untuk mereka. Ketika di lapas dirinya juga sempat bertanya masalah-masalah yang menimpa mereka. Di antara yang disebutkannya ada yang terjerat kasus narkoba, mencuri, begal sepeda motor dan masih banyak lagi.

“Terhadap warga kita yang tertimpa masalah kita mesti bertanggung jawab. Dan jangan sampai putus asa untuk berdakwah,” tuturnya. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here