Khatib Jumat : Simulasi dan Geladi Lapang Bencana Bagian dari Ibadah - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 07 April 2018

Khatib Jumat : Simulasi dan Geladi Lapang Bencana Bagian dari Ibadah


Alhimna.Com - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade  (DFAT) melaksanakan program Peningkatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Daerah dalam Kesiapsiagaan Bencana Menuju Tanggap Darurat yang Cepat, Tepat, dan Efektif (SLOGAN–STEADY).

Salah satu tahapan yang akan dilaksanakan adalah mengadakan FTX (Field Training Exercise) untuk mendorong sistem dan mekanisme yang efektif dalam menghadapi keadaan darurat bencana di Kabupaten Jepara.

Tujuannya menurut Program Manager, Yayah Ruchyati meningkatnya ketrampilan dan pemahaman para pihak dalam menghadapi situasi darurat bencana di wilayahnya.

“Juga tersedianya informasi terkait pembagian peran antar aktor dan kebutuhan sumber daya,” terang Yayah.   

Kegiatan ini adalah lanjutan program pedampingan LPBI NU selama 2 tahun di kabupaten Jepara yang menghasilkan beberapa dokumen penting. Di antaranya Kajian risiko kabupaten, Mekanisme Penanganan Darurat Bencana, SOP Peringatan Dini, SOP Kedaruratan Bencana tingkat Kabupaten, Rencana Kontinjeni Banjir  di Desa Ketilengsingolelo Kabupaten Jepara.

Geladi Lapang adalah menguji seluruh dokumen yang telah disusun  Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah. Agus Haryantro, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Propinsi Jawa Tengah dalam pembukaan geladi di Desa Ketileng Singolelo mengapresiasi kegiatan LPBI NU yang telah membantu pemerintah dan masyarakat Jawa Tengah khususnya Kabupaten Jepara dalam Penanggulangan Bencana.

Hal itu sangat jarang dilakukan utamanya pelaksanaan geladi yang meilbatkan seluruh komponen di Kabupaten dan desa secara bersama. ”Semoga LPBI NU  bisa terus melaksanakan hal serupa di Kabupaten lain di Jawa Tengah,” harap Agus.    

Suprapto dari BPBD Kebumen sebagai observer sangat senang bisa dilibatkan dalam geladi ini. Hal itu jelasnya bisa dijadikan bahan belajar untuk diterapkan di kabupaten Kebumen.

Dukungan geladi lapang di desa Ketileng Singolelo kecamatan Welahan kabupaten Jepara menjadi wahana belajar oleh masyarakat. Karena berdasarkan pengalaman tahu 2014 desa itu mengalami banjir yang sangat parah dengan ketinggian mencapau 2 m, seluruh aktivitas mati total selama 1 minggu lebih, hal ini menjadi pembelajaran dan kenangan kelam bagi warga Ketileng Singolelo

Namun mereka juga bangkit agar ini dapat diminimalisir, keterlibatan seluruh komponen warga menjadi faktor keberhasilan dalam melaksanakan penanggulangan bencana di desa, tak terkecuali tokoh agama dan para kiai senantiasa mengingatkan keada ummat dan warga akan pentingnya penguruangan risiko bencana.

H. Suhaji (57) dalam khutbah Jumat (6/4/2018) mengungkapkan bahwa simulasi dan geladi lapang juga bagian dari amal ibadah karena sama halnya mengamalkan ilmu untuk keselamatan bersama.

Pengalaman geladi juga terpancar dari wajah  Rafa (2) anak balita yang terlibat geladi lapang, menangis di lokasi pengungsian karena merasa bosan, namun saat bersamaan terobati dengan datangnya tim relawan NU desa Ketileng Singolelo yang mengajak bermain, seraya berkata ”aku seneng nang kene, okeh konco (saya senang di sini karena banyak teman).

Geladi lapang dilakukan melalui 3 tahapan/ move. Pertama terkait sistem peringatan dini. Kedua, evakuasi mandiri dan mengutamakan masyarakat yang berkebutuhan khusus (anak-anak, lansia, wanita hamil, dan difabel lainnya).

Ketiga sistem komando penanganan kedaruratan bencana (SKPDB) tingkat kabupaten dan desa, sistem aktivasi dan pengakhirannya, pos komando adalah Kabupaten Jepara sementara  pos lapangan di desa Ketileng Singolelo.

Geladi lapang melibatkan OPD, Polres, Kodim, dan  komponen  tingkat kabupaten Jepara  serta seluruh perangkat dan masyarakat desa Ketileng Singolelo. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here