Islam Hadir Berabad-abad dengan Wajah Damai - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 04 April 2018

Islam Hadir Berabad-abad dengan Wajah Damai

Alhimna.Com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Jepara menindaklanjuti Kesepakatan Bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan “Kegiatan Bersama” antara kedua ormas yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (2/4/2018) siang.

Dalam kegiatan yang bertajuk “Mewujudkan Islam yang Damai dan Toleran Menuju Indonesia yang Berkeadilan” hadir KH Ubaidillah Noor Umar Rais Syuriyah PCNU, KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU, KH Fachrurrozi Ketua PD Muhammadiyah, H. Ahmad Marzuqi Bupati Jepara, Forkompinda serta  perwakilan pengurus, Banom dan lembaga kedua ormas PCNU dan PDM baik tingkat cabang hingga kecamatan.

Ketua PD Muhammadiyah, KH Fachrurrozi yang diberi menyampaikan sambutan kali pertama mengatakan pertemuan PCNU dan PDM adalah tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara PBNU dan PP Muhammadiyah 23 Maret 2018 di Jakarta yang mencetuskan 5 poin penting. “Maka kesepakatan itu harus kita lanjutkan hingga tingkat bawah,” katanya.

Berkenaan dengan tema yang diusung siang itu ia menambahkan Islam hadir sejak 15 abad yang lalu dengan wajah damai. “Bukan agama yang mengajak kerusakan dan keonaran. Jelas di al-quran ditegaskan dalam situasi apa pun harus tetap damai,” tegas Kiai Fachrurozi.

Kepada ratusan hadirin dirinya menambahkan islam juga mengajarkan keadilan juga toleransi. “Islam adalah pelopor toleransi. Kita (NU dan MD, red) tidak perlu lagi diajari bagaimana cara bertoleransi,” tambahnya.

Menjelang dilaksanakannya Pilgub, Pileg, dan Pilpres diakuinya suhu perpolitikan semakin memanas. Meski begitu ia mengajak mereka yang “bertarung” agar tetap menjaga NKRI tetap damai, toleransi untuk Indonesia yang berkeadilan.

Sementara peran organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) kata mantan politisi baik NU dan Muhammadiyah untuk amar makruf. Sedangkan nahi munkar diserahkan kepada aparat yang berwenang.

Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Ubaidillah Noor Umar dalam uraiannya memaparkan NKRI harus dijaga bersama. Detailnya di lingkup lokal urusi sendiri kabupaten masing-masing. “Tidak usah ngurus kabupaten yang lain,” paparnya.

Menjelang Pilgub Juni mendatang, Mbah Ubaid sapaan begitu sapaan akrabnya calon Gubernur di Jateng hanya 2 sehingga yang menang hanya 1 pasangan. Kesempatan itu ia menyindir jika saat kampanye Cagub-Cawagub sering datang, pada saat jadi belum tentu sering datang lagi. “Kalo sudah jadi gak “sempat” datang lagi ke sini (Jepara, red.),” sindir Mbah Ubaid.

Di akhir sambutannya NU dan MD harus mendukung pemerintah yang kondusif. Sedangkan kepada pemerintahan yang “dhalim” tidak perlu didemo sepanjang pemimpin itu tidak melarang shalat.  

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembacaan kesepakatan bersama yang dibacakan H. Hisyam Zamroni, Wakil Ketua PCNU Jepara. Ada pun isinya sebagaimana kesepakatan bersama PBNU dan PP Muhammadiyah.

Setelah pembacaan nota kesepakatan dilanjutkan dengan penandatanganan KH Hayatun Abdullah Hadziq (PCNU) KH Fachrurrozi (PDM) didampingi Forkompinda dan kegiatan dipungkasi dengan musafahah. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here