Gus Yusuf: "Macul Bumi" di Siang Hari, "Macul Langit" di Malam Hari - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 18 Februari 2018

Gus Yusuf: "Macul Bumi" di Siang Hari, "Macul Langit" di Malam Hari

Alhimna.Com - Pengurus wilayah Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI) Jawa Tengah bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UMKM dengan mengadakan pelatihan Perkoperasian bagi pondok pesantren. Lebih dari tiga puluh pesantren di Jawa Tengah mengikuti pelatihan ini di Semarang, Ahad – Selasa (12-14/2/2018).


Peserta selama 3 hari mendapatkan banyak pengalaman berharga. Salah satu materinya spiritual bisnis. Obrolan seputar motivasi berbisnis itu disampaikan KH. M. Yusuf Chudlori, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang dengan moderator Mukhamad Zulfa (RMI NU Jateng).

"Macul bumi wektu awan lan macul langit wektu bengi," papar Gus Yusuf

Artinya bahwa mencari rezeki pada siang hari sedangkan bermunajat di waktu malam. Luangkan waktu barang tiga puluh menit untuk menangis bersimpuh setelah bertahajud.

“Memanjatkan bait doa untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan berbahagia di akhirat. Tinggal di waktu siangnya kita bekerja keras dengan sekuat tenaga, percaya bahwa Allah Maha Welas dan Asih terhadap hambanya, tentu akan mendapatkan rezeki,” paparnya.  

Selain itu pengasuh Pesatren Entrepreneur (Partner) memberikan strategi berbisnis ala santri.

Pertama, niat dan motivasi untuk bisnis. Sejatinya kegiatan apa pun yang dikerjakan manusia ini adalah ibadah termasuk berbisnis. Kedua, etika berbisnis santri (amanah dalam segala hal dan akhlak santri karimah lainnya).

Ketiga, istiqamah dalam bahasa sekarang ajeg atau konsisten. Keempat, silaturrahim dalam bahasa sekarang networking. “Kalau keempat ini dipraktikkan. Insyaallah akan menjadi santri pengusaha yang berkah,” tandas Gus Yusuf.  

Selain spiritual bisnis, terdapat materi kebijakan pemerintah daerah dalam rangka pemberdayaan koperasi dan UMKM bagi pesantren, manajemen keuangan, konsep dasar perkoperasian, spiritual bisnis, peran serta anggota koperasi dan jaringan usaha koperasi.

Peserta yang sudah lama berkecimpung dan ada yang akan membuat koperasi ini mendapatkan serangakaian simulasi bisnis. Mulai dari persiapan, proses hingga eksekusi ketika sudah berdiri koperasi.

Di sisi yang lain, KH. Imaduddin, Ketua HIPSI Jawa Tengah menyatakan bahwa kegiatan seperti ini tak hanya berhenti di tempat pelatihan belaka.


“Kami selaku pengurus siap untuk untuk mendampingi santri-santri dan alumni untuk mulai merintis dan mengembangkan usaha yang dimiliki pesantren atau santri itu sendiri,” katanya. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here