Yanbu'a Metode Membaca, Menulis dan Menghafal Al-Qur’an - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 08 Januari 2018

Yanbu'a Metode Membaca, Menulis dan Menghafal Al-Qur’an

Alhimna.Com - Untuk bisa membaca Al-Qur'an dengan benar ada beberapa thoriqoh (metode) yang di antaranya adalah dengan menggunakan thoriqoh Yanbu’a. Yanbu’a adalah sarana untuk belajar membaca, menulis dan menghafal Al-Qur'an dengan sistimatis dan praktis.

    Sejarah Yanbua  
Munculnya Yanbua adalah dari usulan dan dorongan alumni Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an, supaya mereka selalu ada hubungan dengan pondok di samping usulan dari masyarakat luas juga dari Lembaga Pendidikan Ma'arif serta Muslimat terutama dari cabang Kudus dan Jepara.

Mestinya dari pihak pondok sudah menolak karena menganggap cukup metode yang sudah ada tapi karena desakan yang terus menerus dan memang dipandang perlu terutama untuk menjalin keakraban antara alumni dengan Pondok serta untuk menjaga dan memelihara keseragaman bacaan maka dengan tawakkal dan memohon pertolongan kepada Allah tersusun kitab Yanbua yang meliputi Thoriqoh Baca-Tulis dan Menghafal Al Qur'an.

Tujuan Yanbua
1.    Ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa supaya bisa membaca Al Qur'an dengan lancar dan benar.
2.    Nasyrul Ilmi (Menyebarluaskan Ilmu) khususnya Ilmu Al-Qur'an.
3.    Memasyarakatkan Al-Qur'an dengan Rosm Utsmaniy.
4.    Untuk membetulkan yang salah dan menyempurnakan yang kurang.
5.    Mengajak selalu mendarus Al-Qur'an dan musyafahah Al-Qur'an sampai khatam. Dan perlu diingat bahwa Yanbua adalah sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan bukan sebagai tujuan.

Kelebihan Yanbu'a
Di antara kelebihan Yanbu’a adalah :
1.    Tulisan disesuaikan dengan Rosm Utsmaniy
2.    Contoh-contoh huruf yang sudah dirangkai semuanya dari Al-Qur'an.
3.    Tanda-tanda baca dan waqof diarahkan kepada tanda-tanda yang sekarang digunakan di dalam Al-Qur'an yang diterbitkan di Negara-negara Islam dan Timur Tengah. Yaitu tanda-tanda yang dirumuskan oleh ulama' salaf.
4.    Ada tambahan tanda-tanda baca yang untuk memudahkan.

Siapa yang boleh menggunakan dan mengajarkan Yanbua?
1.    Yang boleh menggunakan Yanbu’a adalah semua ummat yang ingin bisa membaca Al Qur'an dengan lancar dan benar.
2.    Yang bisa mengajar Yanbu'a adalah orang yang sudah bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Adapun AlQur'an hanya bisa diajarkan oleh orang yang sudah Musyafahah Al Qur'an kepada Ahlil Qur'an.

Cara Mengajar Yanbu’a
1.    Guru menyampaikan salam sebelum kalam dan jangan salam sebelum murid tenang.
2.    Guru membacakan Chadlroh (hal. 46 Juz 1) kemudian murid membaca Fatichah dan do'a pembuka.
3.    Guru berusaha supaya anak aktiv serta mandiri / CBSA (Cara Belajar Santri Aktif)
4.    Guru jangan menuntun bacaan murid tetapi membimbing dengan cara: 
a) Menerangkan pokok pelajaran (yang bergaris bawah)
b) Memberi contoh yang benar.
c) Menyimak bacaan murid dengan sabar, teliti dan tegas.
d) Menegur bacaan yang salah dengan isyarat, ketukan dls. dan bila   sudah tidak bisa baru ditunjukkan yang betul.
e) Bila anak sudah lancar dan benar guru menaikkan halaman I sampai dengan beberapa halaman, menurut kemampuan murid.
f) Bila anak belum lancar dan benar atau masih banyak kesalahan jangan dinaikkan dan harus mengulang.
g) Waktu belajar 60 - 75 menit dan dibagi menjadi tiga bagian :
- 15-20 menit untuk membaca do'a, Absensi, menerangkan pokok   pelajaran atau membaca secara klasikal.
-  30-40 menit untuk mengajar secara individu / menyimak anak satu persatu, Yang tidak / belum maju supaya menulis
-  10-15 menit memberi pelajaran tambahan (seperti : Fasholatan,  Do'a, dls) nasihat dan do'a penutup.

Setiap halaman kebanyakan terdiri dari empat kotak :
1.   Kotak I : Materi pelajaran utama, keterangannya diawali dengan tanda titik.
2.   Kotak II: Materi pelajaran tambahan, keterangannya diawali dengan tanda segitiga
3.   Kotak III: Materi pelajaran menulis, keterangannya diawali dengan tanda segi empat
4.   Kotak IV : Tempat keterangan

# Kotak II ikut dibaca oleh murid, bila perlu diterangkan
# Kotak III untuk belajar menulis, bila perlu diterangkan (Tidak ikut dibaca)
Lokal yang ideal untuk TPQ adalah 2 1/2 x 3 1/2 m, jumlah murid 15 anak untuk juz 1 dan 2, untuk juz 3 ke atas 20 anak.

Hal. 13 Kotak III Mulai belajar Pegon yaitu : menulis bahasa Jawa/Indonesia dengan huruf Arab. Pegon ada dua : Pegon Jawa dan Pegon Melayu (Arab Melayu). Semestinya Pegon tidak ada charokat, charokat diganti dengan huruf. Fatchah diganti dengan Alif, Kasroh diganti Ya' dan Dlommah diganti Waw. Belajar menulisnya mengganti charokat. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here