Kiai Said Bukan Marah Tapi Tersenyum Soal Fitnah di Twitter - Alhimna

Breaking

Alhimna

Ilhami Dunia Dengan Aswaja

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 27 Desember 2017

Kiai Said Bukan Marah Tapi Tersenyum Soal Fitnah di Twitter



Alhimna.Com - Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mendapatkan laporan tentang fitnah yang disebarkan salah satu akun media sosial Twitter.

Akun tersebut menyangkutkan Kiai Said dengan penolakan seorang ustadz berceramah. Fitnah itu begitu cepat menyebar ke mana-mana.  

“Ini, Buya,” kata sekretaris pribadi Kiai Said, Muhammad Sofwan sembari menunjukkan bukti fitnah dengan menunjukkan screenshot kicauan akun tersebut di gedung PBNU Jakarta, Rabu (27/12/2017).  

Sofwan pun membacakannya. Bukan malah marah, Kiai Said ternyata hanya tersenyum setelah mendengar kicauan tersebut. Baginya fitnah kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lebih hebat dari ini, tetapi Gus Dur dengan santai menanggapinya. Bahkan orang setingkat Nabi Muhammad saja pernah merasakannya.  

Alhamdulillah dengan fitnah ini dosa saya berkurang,” katanya sebagaimana dilansir NU Online.

Menurut Kiai Said orang yang memfitnah akan mendapatkan akibatnya baik cepat atau lambat. Kalau pun tak mendapatkannya di dunia ia akan mendapatkannya di akhirat kelak.

“Tapi saya memaafkannya karena Nabi Muhammad pun orang yang pemaaf,” katanya ketika ditanya apakah akun tersebut layak untuk dimaafkan?

Kepada para pengguna media sosial Kiai Said mengajak untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi informasi. Jika ada informasi yang dirasa janggal, jangan mudah percaya, tapi diteliti dulu, jangan langsung disebar, karena bisa berakibat fatal terhadap orang lain bahkan bagi dirinya sendiri. 

“Jika ada isu miring terkait dengan NU dan tokoh-tokohnya, harus diteliti dulu. Tabayun, tanyakan dulu kepada pengurus NU setempat. Sekarang kan mudah bertanya dari daerah bisa langsung ke pengurus pusat (melalui media sosial juga, red.)     

Secara khusus ia meminta kepada seluruh warga NU untuk lebih arif dan bijaksana dalam mengkonsumsi informasi dengan mengedepankan klarifikasi atau tabayun.

“Warga NU harus menjadi contoh bagi kalangan lain. Jangan mudah terkena fitnah dan jangan reaksioner karena itu yang diinginkan si tukang fitnah,” tegasnya. (aa/ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here